Bidang Pemberdayaan Masyarakat

  • Terbentuknya Badan Usaha Milik DesaMAKMUR”
  • Terbentuknya Kelompok Wanita TaniMawar”
  • Adanya Kegiatan Budidaya Jamur Kuping di Dusun Dusun
  • Adanya kegiatan Pemilahan sampah dan menjadikan Bank Sampah ( GERBUSAKA )
  • UMKM
  • Pelatihan Pelatihan Kelompok

Bidang Pembinaan Masyarakat

  • KEGIATAN PEMBINAAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN
  • KEGIATAN PEMBINAAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
  • KEGIATAN PEMBINAAN ORGANISASI PEREMPUAN DAN PKK
  • KEGIATAN PEMBINAAN KESENIAN DAN SOSIAL BUDAYA
  • KEGIATAN PEMBINAAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA
  • KEGIATAN PEMBINAAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN
  • KEGIATAN PEMBINAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
  • KEGIATAN PERINGATAN DAN PERAYAAN HARI BESAR

Pertanian

Desa Karangbangun memiliki luas wilayah luas 342,5930 ha/ m² dengan tanah sawah seluas 179,9150 ha dan tanah kering seluas 149,1885 ha. Pertanian di Desa Karangbangun dapat dikatakan cukup baik terlihat dari masih banyaknya lahan yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Selain itu di dukung juga oleh keadaan tanah Desa Karangbangun yang cukup subur sehingga potensi pertanian sangat prospektif untuk kedepannya.

Sebagian besar masyarakat Desa Karangbangun memiliki mata pencaharian sebagai petani sehingga terdapat banyak komoditas yang mereka tanam sesuai dengan kebutuhan mereka. Komoditas pertanian yang terdapat di Desa Karangbangun antara lain: komoditas padi, jagung, ubi jalar, ketela pohon, cabai, terong, kacang tanag, kedelai, dan lain lain. Dimana yang sebagai komoditas utama adalah padi.

Pola tanam pertanian di Desa Karangbangun  sangat beragam ada yang pola tanam secara monokultur ada juga yang pola tanam secara polikultur.  Untuk mendukung kegiatan dan pengetahuan para petani di Desa Karangbangun, para petani bergabung dalam kelompok tani Desa Karangbangun yang bernama “Manunggal Tekad”.  Peran Kelompok Tani seharusnya sebagai wadah para petani untuk  berdikusi mengenai permasalahan pertanian mereka, dan juga sebagai wadah/jembatan untuk meminta bantuan kepada pemerintahan setempat. Bantuan yang pernah di terima oleh kelompok-kelompok tani berupa pupuk , obat-obatan, bibit, dan alat-alat pertanian.

Untuk pengairan sendiri, masyarakat Desa Karangbangun khususnya petani memanfaatkan sumber air yang berasal dari sungai untuk mengairi areal pertanian mereka. Kendala utama untuk para petani dalam hal pengairan khususnya pada musim kemarau. Pada musim kemarau para petani hanya memanfaatkan pengairan tadah hujan sehingga menyebabkan penurunan produktivitas pertanian yang mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat yang mayoritasnya petani atau bahkan jika musim kemarau, petani harus rela menanggung rugi atas gagal panen yang dialami akibat kekeringan.

Penanganan hama dan penyakit tanaman di Desa Karangbangun sudah dapat dikatakan baik. Para petani sudah mengaplikasikan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. Petani sudah memiliki pengetahuan yang cukup serta kesadaran terhadap pengendalian hama dan penyakit yang baik dan ramah lingkungan. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran pemerintah melalui sosialisasi serta pelatihan kepada para petani guna mencapai pola pertanian yang modern dan ramah lingkungan.

Ekonomi Masyarakat

Bidang Ekonomi adalah aspek penting yang menjadi perhatian utama oleh Pemerintah Desa Karangbangun. Pemerintah Desa bekerja sama dengan semua elemen masyarakat berusaha mengembangkan potensi yang ada di desa baik potensi alam maupun potensi sumber daya manusia yang ada untuk meningkatkan perekonomian di Desa Karangbangun.

Ada beberapa inovasi di bidang ekonomi masyarakat yang sudah dikembangkan oleh masyarakat Desa Karangbangun baik dikelola oleh Pemerintah Desa ataupun oleh kelompok-kelompok tertentu. Kelompok ini merupakan Kelompok Industri Kecil Menengah yang sudah ada dan berjalan dengan ciri khas masing-masing.

Berikut inovasi bidang ekonomi di Desa Karangbangun :

Budidaya Jamur Kuping

Peluang usaha budidaya jamur kuping memang bisa dibilang sangat menguntungkan dan menjanjikan. Prospek dalam bisnis jamur kuping ini memang bukan main-main. Dari waktu ke waktu harga jual jamur kuping terbilang bagus. Permintaannya yang tidak pernah sepi membuat jamur kuping laris manis. Pengembangan bisnis budidaya jamur kuping ini memang sangat bagus baik dalam skala kecil hingga besar. Pembudidayaan jamur kuping sendiri memang tidak sulit dimana tidak membutuhkan lahan yang luas dan bahan baku yang digunakan dalam bentuk serbuk gergaji serta masa panen singkat. Masyarakat Desa Karangbangun khususnya di Dusun Karangbangun menanggapi potensi budidaya ini dengan baik. Terbukti dengan ada usaha budidaya jamur kuping yang sudah berkembang pesat dengan omzet bruto kurang lebih Rp 10.000.000 per bulan dengan 1 pekerja lapangan dan memiliki 3 lahan tempat budidaya jamur

Kelompok Wanita Tani “Mawar”

Kelompok Wanita Tani “Mawar” terbentuk atas inisiatif dan keinginan ibu-ibu PKK Dusun Karangbangun dengan kegiatan awal hanya arisan rutin dan “pesapon” yang kemudian berkembang menjadi Kelompok Wanita Tani yang dirintis pada tahun 2018. Tujuan dibentuknya Kelompok Wanita Tani ini adalah untuk pemenuhan gizi keluarga dan konsumsi pangan pendukung baik dari segi mutu beragam dan berimbang. Kelompok Wanita Tani (KWT) “Mawar” ini beralamat di Dusun Karangbangun RT 02 RW 07, Desa Karangbangun, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar.  Dengan susunan kepengurusan sebagai berikut :

Pelindung : Elizabeth Suwarni
Ketua : Christina Sugiyarni
Sekretaris : Sri Hartini
Bendahara : Sartini

Kelompok Wanita Tani (KWT) “Mawar” ini berfokus pada pembudidayaan berbagai aneka tanaman sayur, buah dan bunga. Selain itu juga melakukan budidaya ayam petelor serta lele. Disamping melakukan pelestarian tanaman, KWT “Mawar” juga memproduksi berbagai macam olahan makanan lokal seperti karak beras dari bahan baku nasi, baltek dengan bahan baku singkong, impling romeo, tepung mocaf, brownies mocaf dimana seluruh produksi olahan ini tanpa bahan pengawet, tanpa msg dan tanpa bleng.

BUMDesa “Makmur” Desa Karangbangun

BUMDesa di Desa Karangbangun dibentuk sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa. Pembentukan BUM Desa  ditetapkan dengan Peraturan Desa. BUM Des Desa Karangbangun adalah BUM Desa rintisan baru yang memang benar-benar baru dibentuk dan akan dijalankan pada tahun 2019 ini.

BUM Desa Karangbangun diberi nama “Makmur” yang berkembang dan memiliki 3 unit usaha yaitu Saprodi Pertanian, Pengolahan Sampah, Pengolahan Kakao Coklat.

Adapun susunan keanggotaan dalam BUMDesa Desa Karangbangun :

  1. Penasehat : Elizabeth Suwarni
  2. Direktur : Sulistyono
  3. Sekretaris : Vernanda
  4. Bendahara : Pujiyono
  5. Manager Unit LKM Saprodi Pertanian : Sugiyanto
  6. Manager Unit LKM Pengolahan Sampah : M. Priyanto
  7. Manager Unit LKM Pengolahan Kakao : Mulyadi

Koperasi Simpan Pinjam CU Bangun Mulyo

CU Bangun Mulyo adalah koperasi milik Desa Karangbangun yang sudah berdiri dari tahun 1991. Koperasi ini melayani masyarakat dalam hal simpan pinjam umum dan permodalan usaha ekonomi masyarakat.

Agta Collection

Agta Collection adalah salah satu IKM yang ada di Desa Karangbangun yang beralamat di Dusun Ngawen yang beranggotakan Ibu-Ibu PKK Dusun Ngawen. IKM ini bergerak dibidang kerajinan tangan dengan berbahan dasar botol plastik. Botol-botol plastik ini adalah botol bekas dari hasil sampah rumah tangga masing-masing yang kemudian dikumpulkan pada saat ibu-ibu pkk akan mengadakan pertemuan rutin . Botol-botol yang sudah dibawa dan dikumpulkan ini kemudian dipilah dan dipilih yang baik untuk dijadikan bahan kerajinan tangan. Produk-produk hasil buatan Agta Collection antara lain tas, bunga plastik, vas bunga, dompet, dll.

Sosial Budaya

ADAT-ISTIADAT & BUDAYA YANG MASIH BERLAKU DI WILAYAH DESA KARANGBANGUN

ADAT–ISTIADAT

Dusun Ngrandu

  • Rasulan/ bersih dusun dilaksanakan setiap bulan jawa Ruwah. Setiap 8 tahun, acara bersih dusun diadakan pentas wayang kulit
  • Kenduren/ kondangan dilaksanakan pada setiap moment-moment yang dianggap perlu
  • Kirim punden dilaksanakan di bulan jawa Suro

Dusun Gentan-Ngawen

  • Rasulan/ bersih dusun dilaksanakan setiap bulan jawa Ruwah
  • Kenduren/ kondangan dilaksanakan pada setiap moment-moment khusus
  • Kirim punden dilaksanakan di bulan jawa Ruwah

Dusun Kebon Wetan

  • Bersih Dusun/ Rasulan dilaksanakan di bulan jawa Besar
  • Kenduren/ Kondangan dilaksanakan di acara-acara yang dianggap perlu
  • Kirim punden dilaksanakan di bulan jawa Suro

Dusun Kebon Kulon

  • Bersih Dusun/ Rasulan dilaksanakan di bulan Besar. Setiap 8 tahun sekali, acara bersih dusun diadakan pentas seni pagelaran wayang kulit
  • Kirim punden dilaksanakan di bulan jawa Ruwah
  • Pada acara khusus melaksanakan Kenduren/ Kondangan

Dusun Ngasem-Randurante

  • Bersih Dusun dilaksanakan di bulan jawa Besar
  • Kondangan/ Kenduren dilaksanakan pada moment-moment tertentu
  • Kirim punden dilaksanakan di bulan jawa Ruwah

Dusun Karangbangun

  • Bersih Dusun/ Rasulan dilaksanakan di bulan jawa Ruwah dan setiap 8 tahun sekali, diadakan pagelaran wayang kulit ketika acara bersih dusun.
  • Kenduren/ kondangan dilaksanakan di moment-moment khusus

Dusun Ngentak-Joho

  • Bersih Dusun/ Rasulan dilaksanakan di bulan jawa Besar
  • Kondangan/ Kenduren dilaksanakan di moment-moment tertentu yang dianggap perlu
  • Kirim punden dilaksanakan di bulan jawa Ruwah

BUDAYA DAN KESENIAN

Di Desa Karangbangun masih melestarikan budaya dan kesenian jawa antara lain:

  1. Karawitan
  2. Wayang Orang
  3. Seni Tari
  4. Campursari
  5. Kothek Lesung
  6. Kasidah

DATA SENIMAN DAN SENIWATI DESA KARANGBANGUN

NO NAMA JENIS KELAMIN ALAMAT JENIS PROFESI KESENIAN
1 Sarmiyati Perempuan Randurante Pesinden
2 Igud Lestari Perempuan Gentan Penyanyi
3 Nur Diana Jati Untari Perempuan Karangbangun Penyanyi
4 Bambang Suprapto Laki-Laki Karangbangun Pengrawit, Dalang Ruwatan
5 Bejo BA Laki-Laki Karangbangun Protokol
6 Joko Sulistyono Laki-Laki Ngentak Protokol
7 Yuliyanto Laki-Laki Karangbangun Organis

 

 

Gerakan Buang Sampah Desa Karangbangun (GERBUSAKA)

Dalam hal pengelolaan sampah, Desa Karangbangun juga memiliki inovasi yang disebut dengan “Gerbusaka” yaitu Gerakan Buang Sampah Desa Karangbangun yang berpusat di Dusun Ngawen, Desa Karangbangun. Gerbusaka adalah kegiatan rutin Ibu-Ibu PKK Desa dan Dusun untuk mengelola sampah khususnya sampah plastik. Kegiatan ini dimulai dari lingkup rumah pribadi masing-masing untuk memilah sampah, kemudian samplah plastik dikumpulkan dan dibawa ketika pertemuan PKK Dusun ataupun Desa. Sampah yang sudah terkumpul banyak, kemudian dipilah dan dipilih kembali. Sampah yang sudah dipilih, sebagian akan dijual ke pengepul rosok dan sebagian akan diolah menjadi bentuk kerajinan tangan yang cantik dan ekonomis.

Kegiatan Ibu-Ibu PKK mengolah sampah plastik menjadi kerajinan ini juga didukung oleh Pemerintah Desa Karangbangun. Hal ini terbukti dengan adanya pelatihan-pelatihan yang diadakan untuk menunjang dan meningkatkan skill keterampilan ibu-ibu PKK dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, membentuk industri kecil menengah, menunjang perekonomian masyarakat dan menjadikan masyarakat menjadi lebih kreatif.

 

Jimpitan untuk Keamanan dan Ketertiban Desa

Jimpitan adalah satu terobosan di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat dan merupakah salah satu kearifan lokal masyarakat desa yang perlu dipelihara. kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya di Desa Karangbangun guna menjaga dan mewujudkan kemakmuran lingkungan tempat tinggal secara bersama-sama

Biasanya jimpitan dilakukan di waktu ronda malam, dan para petugas ronda mengambil beras (dalam jumlah sedikit) ataupun uang logam 500 rupiah yang dikumpulkan dari setiap rumah tangga yang ditaruh di depan rumah

Meski terkesan sepele, namun jimpitan mengandung makna kerelaan dan kental dengan semangat gotong royong

 

Wilayah Administrasi

Wilayah Desa Karangbangun terbagi dalam 7 Dusun, 12 RW dan 32 RT yaitu :

  1. Dusun Ngrandu terdiri dari 2 RW dan 6 RT
  2. Dusun Ngentak-Joho terdiri dari 1 RW dan 3 RT
  3. Dusun Gentan-Ngawen terdiri dari 2 RW dan 4 RT
  4. Dusun Karangbangun terdiri dari 2 RW dan 6 RT
  5. Dusun Kebon Wetan terdiri dari 2 RW dan 4 RT
  6. Dusun Kebon Kulon terdiri dari 1 RW dan 3 RT
  7. Dusun Ngasem-Randurante terdiri dari 2 RW dan 6 RT

Demografi

Jumlah penduduk Desa Karangbangun sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 adalah 3.479 orang, terdiri dari :

  • Laki-laki: 1.763 orang
  • Perempuan: 1.716 orang

Dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 973 KK terdiri dari 931 KK Laki-laki dan 42 KK Perempuan.

Jumlah Rumah di Desa Karangbangun adalah 737 unit.

Jumlah Penduduk menurut mata pencaharian     :

  1. Petani: 369 orang
  2. Buruh Tani: 879 orang
  3. Pengusaha: 217 orang
  4. Pedagang: 772 orang
  5. PNS/TNI/POLRI: 46 orang
  6. Buruh Industri: 58 orang
  7. Pensiunan: 29 orang
  8. Lain-lain: 1.109 orang

Jumlah Penduduk Menurut Agama

  1. Islam: 2.709
  2. Katholik: 760
  3. Kristen: 4
  4. Budha: 6

 

Geografi

Desa Karangbangun adalah salah satu desa dari 12 desa di Kecamatan Jumapolo yang terletak di bagian selatan. Jarak ke ibukota kecamatan adalah 3 km, jarak ke ibukota kabupaten adalah 18 km ke arah selatan dan jarak ke ibu kota provinsi adalah 300 km.

Wilayah Desa Karangbangun memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara: Desa Ploso Kec. Jumapolo Kab. Karanganyar
  • Sebelah Timur: Desa Jatisuko Kec. Jatipuro Kab. Karanganyar
  • Sebelah Selatan: Desa Jatimulyo Kec. Jatipuro Kab. Karanganyar
  • Sebelah Barat: Desa Lemahbang Kec. Jumapolo Kab. Karanganyar

Luas wilayah Desa Karangbangun adalah 342,5930 ha/m2  dengan ketinggian rata-rata 571 m di atas permukaan laut dengan suhu udara rata-rata harian adalah 32oC. Luas Tanah Sawah di Desa Karangbangun adalah 179,9150 ha dan Tanah Kering seluas 149,1885 ha.

Iklim Desa Karangbangun mempunyai Iklim Kemarau dan Penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam pada lahan perkebunan/ pertanian yang ada di Desa Karangbangun.