Kelompok Wanita Tani ‘Mawar’

Kelompok Wanita Tani “Mawar” terbentuk atas inisiatif dan keinginan ibu-ibu PKK Dusun Karangbangun dengan kegiatan awal hanya arisan rutin dan “pesapon” yang kemudian berkembang menjadi Kelompok Wanita Tani yang dirintis pada tahun 2018. Tujuan dibentuknya Kelompok Wanita Tani ini adalah untuk pemenuhan gizi keluarga dan konsumsi pangan pendukung baik dari segi mutu beragam dan berimbang. KWT ini juga dibawah binaan dari Dinas Pertanian Kecamatan Jumapolo.

Kelompok Wanita Tani (KWT) “Mawar” ini beralamat di Dusun Karangbangun RT 02 RW 07, Desa Karangbangun, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar.  Dengan susunan kepengurusan sebagai berikut :

Pelindung : Elizabeth Suwarni
Ketua : Christina Sugiyarni
Sekretaris : Sri Hartini
Bendahara : Sartini

Kelompok Wanita Tani (KWT) “Mawar” ini berfokus pada pembudidayaan berbagai aneka tanaman sayur, buah dan bunga. Selain itu juga melakukan budidaya ayam petelor serta lele. Disamping melakukan pelestarian tanaman, KWT “Mawar” juga memproduksi berbagai macam olahan makanan lokal seperti karak beras dari bahan baku nasi, baltek dengan bahan baku singkong, impling romeo, tepung mocaf, brownies mocaf dimana seluruh produksi olahan ini tanpa bahan pengawet, tanpa msg dan tanpa bleng.

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

Desa Karangbangun sudah masuk dalam STBM Berkelanjutan, yaitu cara merubah perilaku hidup sehat masyarakat melalui 5 (lima) pilar, yaitu :

1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)

Pemicuan SBS (Stop Buang Air Besar Sembarangan)
Berita Acara Hasil Verivikasi Stop BABS
  • Suatu kondisi ketika setiap individu dalam suatu komunitas tidak lagi melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit.

2. Cuci Tangan Pake Sabun (CTPS)

Penempatan wastafel untuk cuci tangan di rumah-rumah penduduk.
Penerangan pertugas untuk cuci tangan yang baik.
  • Perilaku cuci tangan dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun.
  • Pemerintah Desa Menganggarkan untuk pembelian Wastafel untuk menunjang program STBM.
  • Pendekatan Masyarakat dengan adanya Mars Lagu CTPS

3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan

PAMSIMAS
Sanitasi pangan rumah sehat.
  • Melakukan kegiatan mengelola air minum dan makanan di rumah tangga untuk memperbaiki dan menjaga kualitas air dari sumber air yang akan digunakan untuk air minum, serta untuk menerapkan prinsip hygiene sanitasi pangan dalam proses pengelolaan makanan di rumah tangga.

4. Pengelolaan Sampah

  • Melakukan kegiatan pengolahan sampah di rumah tangga dengan mengedepankan prinsip mengurangi, memakai ulang, dan mendaur ulang.
  • Adanya kewajiban kepada Ibu Ibu PKK dalam setiap pertemuan untuk membawa sampah.

5. Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga

  • Melakukan kegiatan pengolahan limbah cair di rumah tangga yang berasal dari sisa kegiatan mencuci, kamar mandi dan dapur yang memnuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan yang mampu memutusa mata rantai penularan penyakit

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) ini merupaka inovasi dan unggulan dari Desa Karangbangun di bidang kesehatan yang sudah dicanangkan dari tahun lalu. Hal ini tentu juga didukung dengan sarana dan prasarana kesehatan yang sudah lengkap dan dimiliki oleh setiap rumah yang ada guna mencapai status “tuntas” 5 pilar STBM.

Prestasi yang pernah diraih Desa Karangbangun di bidang Kesehatan dan STBM :

  1. Desa STBM Berkelanjutan Terbaik Tahun 2018 dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional
  2. Desa STBM TERBAIK Tahun 2017 dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional Kabupaten Karanganyar yang ke- 53

Gerakan Buang Sampah Desa Karangbangun (GERBUSAKA)

Dalam hal pengelolaan sampah, Desa Karangbangun juga memiliki inovasi yang disebut dengan “Gerbusaka” yaitu Gerakan Buang Sampah Desa Karangbangun yang berpusat di Dusun Ngawen, Desa Karangbangun. Gerbusaka adalah kegiatan rutin Ibu-Ibu PKK Desa dan Dusun untuk mengelola sampah khususnya sampah plastik. Kegiatan ini dimulai dari lingkup rumah pribadi masing-masing untuk memilah sampah, kemudian samplah plastik dikumpulkan dan dibawa ketika pertemuan PKK Dusun ataupun Desa. Sampah yang sudah terkumpul banyak, kemudian dipilah dan dipilih kembali. Sampah yang sudah dipilih, sebagian akan dijual ke pengepul rosok dan sebagian akan diolah menjadi bentuk kerajinan tangan yang cantik dan ekonomis.

Kegiatan Ibu-Ibu PKK mengolah sampah plastik menjadi kerajinan ini juga didukung oleh Pemerintah Desa Karangbangun. Hal ini terbukti dengan adanya pelatihan-pelatihan yang diadakan untuk menunjang dan meningkatkan skill keterampilan ibu-ibu PKK dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, membentuk industri kecil menengah, menunjang perekonomian masyarakat dan menjadikan masyarakat menjadi lebih kreatif.

 

Jimpitan untuk Keamanan dan Ketertiban Desa

Jimpitan adalah satu terobosan di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat dan merupakah salah satu kearifan lokal masyarakat desa yang perlu dipelihara. kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya di Desa Karangbangun guna menjaga dan mewujudkan kemakmuran lingkungan tempat tinggal secara bersama-sama

Biasanya jimpitan dilakukan di waktu ronda malam, dan para petugas ronda mengambil beras (dalam jumlah sedikit) ataupun uang logam 500 rupiah yang dikumpulkan dari setiap rumah tangga yang ditaruh di depan rumah

Meski terkesan sepele, namun jimpitan mengandung makna kerelaan dan kental dengan semangat gotong royong