Pertanian

Desa Karangbangun memiliki luas wilayah luas 342,5930 ha/ m² dengan tanah sawah seluas 179,9150 ha dan tanah kering seluas 149,1885 ha. Pertanian di Desa Karangbangun dapat dikatakan cukup baik terlihat dari masih banyaknya lahan yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Selain itu di dukung juga oleh keadaan tanah Desa Karangbangun yang cukup subur sehingga potensi pertanian sangat prospektif untuk kedepannya.

Sebagian besar masyarakat Desa Karangbangun memiliki mata pencaharian sebagai petani sehingga terdapat banyak komoditas yang mereka tanam sesuai dengan kebutuhan mereka. Komoditas pertanian yang terdapat di Desa Karangbangun antara lain: komoditas padi, jagung, ubi jalar, ketela pohon, cabai, terong, kacang tanag, kedelai, dan lain lain. Dimana yang sebagai komoditas utama adalah padi.

Pola tanam pertanian di Desa Karangbangun  sangat beragam ada yang pola tanam secara monokultur ada juga yang pola tanam secara polikultur.  Untuk mendukung kegiatan dan pengetahuan para petani di Desa Karangbangun, para petani bergabung dalam kelompok tani Desa Karangbangun yang bernama “Manunggal Tekad”.  Peran Kelompok Tani seharusnya sebagai wadah para petani untuk  berdikusi mengenai permasalahan pertanian mereka, dan juga sebagai wadah/jembatan untuk meminta bantuan kepada pemerintahan setempat. Bantuan yang pernah di terima oleh kelompok-kelompok tani berupa pupuk , obat-obatan, bibit, dan alat-alat pertanian.

Untuk pengairan sendiri, masyarakat Desa Karangbangun khususnya petani memanfaatkan sumber air yang berasal dari sungai untuk mengairi areal pertanian mereka. Kendala utama untuk para petani dalam hal pengairan khususnya pada musim kemarau. Pada musim kemarau para petani hanya memanfaatkan pengairan tadah hujan sehingga menyebabkan penurunan produktivitas pertanian yang mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat yang mayoritasnya petani atau bahkan jika musim kemarau, petani harus rela menanggung rugi atas gagal panen yang dialami akibat kekeringan.

Penanganan hama dan penyakit tanaman di Desa Karangbangun sudah dapat dikatakan baik. Para petani sudah mengaplikasikan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. Petani sudah memiliki pengetahuan yang cukup serta kesadaran terhadap pengendalian hama dan penyakit yang baik dan ramah lingkungan. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran pemerintah melalui sosialisasi serta pelatihan kepada para petani guna mencapai pola pertanian yang modern dan ramah lingkungan.